Composition Lesson # 2 : Lines

Setelah kita mempelajari teori komposisi dengan mengikutsertakan refleksi dalam frame kita sbg element tambahan di Composition Lesson #1, kali ini kita gali dan diskusi yuk lebih detail masuk di Lesson #2 yaitu Lines

dari Lines (tema IPC WC #8) dan Curve (tema IPC WC # 13 ) banyak sekali teori komposisi yg bisa kita gunakan utk enhanced photo kita menjadi extraordinary photo, sehingga ada element WOW dalam frame foto kita.
Dari kedua IPC WC tsb, banyak sekali foto2 yg inspirational, menggugah sentimen keindahan dalam foto… yg artinya misi komposisi berhasil dengan baik (hehhehe)
Ibarat cerita silat bersambung, akan lebih baik utk mengikuti Teori Komposisi Reflection terlebih dahulu yg bisa ditemuin di milist IPC heboh kita ini dengan mensearch [TUTORIAL] Composition Lesson atau bisa berkunjung ke IPC google groups web
dan

Composition Lesson # 2 : Lines

by Prio Adhi Setiawan
24109_103171549718935_100000782728844_51417_1863470_n.jpg
photo by Luluk Achmad, TN1
Komposisi -seperti yg sudah kita bahas sebelumnya juga di banyak thread di milist kita- adalah bagaimana kita menempatkan POI dalam frame sehingga konsep keseimbangan dan simplicity terjadi di sana.
Lines a.k.a garis mempunyai peran penting sbg salah satu element penunjang dalam teori Komposisi. Lines yg dimaksud disini bisa saja terbentuk dari angle dan posisi frame sehingga garis terbentuk dari actual object, seperti pepohonan, rel kereta, tiang listrik atau bahkan nisan seperti foto pemenang IPC WC #8
24109_103167556386001_100000782728844_51394_8291220_n.jpg
by Feby Kumara Adi, TN13
Lines juga sangat powerful element dalam Komposisi dari sebuah foto karena dengannya  dapat menambahkan visual dan emotional impact dalam gambar.
Kenapa?
- menambahkan kesan dinamis dalam foto
- mengajak penikmat foto utk mengarahkan attention to the certain area (POI)
- lines juga dapat mengcreate kedalaman (depth) dalam komposisi
- lines mean motion yg ujung2nya bisa menambahkan rasa emosi dalam foto
- lines juga bisa kita gunakan utk convey direction and orientation.
dll
Selain itu, mengerti teori komposisi khususnya Lines menjadi penting karena seperti bisa mengundang response dari photograph viewers how they feel and mood from conducting your photos, yg kemudian menjadi tantangan, bagaimana kita “menggunakan” dan “memanfaatkan” lines utk bisa menarik perhatian penikmat foto.
Lalu, apa ajah macem2 lines yg bisa kita “gunakan” utk berkomposisi ria dalam frame foto kita? dan apa efek dan impact nya pada foto kita?
Lines bisa berupa leading, vertical, horizontal, diagonal, curve, converging lines … yg masing2 bisa menimbulkan impact yg berbeda-beda dalam teori komposisi di fotografi yg ujung2nya akan menimbulkan dan membangkitkan mood yg berbeda.
Yuk kita coba kupas satu-satu

1. Leading Lines

akan mengarahkan interest dan mata penikmat foto dari satu bagian ke bagian yg lain dalam foto, dari foreground to background, dari secondary subjek to main subjek etc.
18573_300915274142_693899142_3481777_2391809_n.jpg
by Prio Adhi Setiawan, TN4
Mengutip apa kata Arnold John Kaplan :
The line that leads your eye in to the picture area easily like a road or fence, a shoreline or river, a row of trees or a pathway.A successful ’Leading Line’ will lead your eye in to the picture and take it right to the Main Subject or Center of Interest

Leading Lines akan direct langsung mengarahkan mata perhatian penikmat foto ke certain point yg sang fotografer inginkan. So, dengan memanfaatkan lines (tidak harus benar2 garis, tapi juga objek yg berjejer membentuk garis pun) bisa mengundang perhatian dan mengarahkan ke titik yg kita -sbg fotografer dan creator image- inginkan.

Bisa bersifat langsung (direct) dan bisa juga si penikmat foto “diajak” menikmati jejeran garis hingga akhirnya mata penikmat foto berHENTI pada subjek utama foto tsb, seperti contoh di bawah ini misalnya

sylt-mercusuar.jpg?et=wuBNflZLBArjcXCSnEjp9A&nmid=108305304
by Prio Adhi Setiawan, TN4

2. Diagonal Lines

banyak orang mengatakan, the most powerful lines in composition, karena akan menambahkan kesan dinamis, terutama mood action dan force respectively, akan tercipta dengan mengatur komposisi lines dalam frame kita diagonal, apalagi jika saling bersilangan.. contohnya seperti :
24109_103168576385899_100000782728844_51408_3895493_n.jpg
by Joe Wongkar, TN4
Dan mood creation : Dinamis akan muncul jika sang penikmat foto mendapati konsep diagonal lines dalam komposisi di foto kita. Jika Setuju, bagaimana rasa, mood yg diajak diikutsertakan fotografer seperti contoh di bawah ini misalnya..
18673_216474739142_693899142_3137055_4339780_n.jpg
by Prio Adhi Setiawan, TN4
Setuju kan yah? :)
Kata Digital Photography School :
Different studies have been done into how people view images and many of them say that a natural way into an image is by traveling left to right and so a diagonal linestarting at the bottom left and moving to the top rightof an image can be quite useful and natural’

Atas hipotesa tsb (bahwa mata manusia -berdasarkan riset- selalu mengikuti objek dari kiri ke kanan), rule of third me”nyaran”kan menempatkan objek utama di 1/3 kiri frame.
Jika kita menggunakan konsep leading diagonal lines sbg element komposisi kita, kita bisa mengajak dan mengarahkan mata viewer dari kiri lalu ke kanan

3. Vertical Lines

akan sukses digunakan dalam photo arsitektur and urban, atau pepohonan, orang yg berada di atas sbg objek utama sehingga seolah-olah mata viewer diajak utk meliat ke atas, and look up the sky.. look up!
Dan mood tsb berhasil diciptakan oleh contoh image di bawah ini
24109_103173066385450_100000782728844_51427_5515447_n.jpg
by Rhino Fieldianto, TN12 24109_103173069718783_100000782728844_51428_1866001_n.jpg
by Johan Eko Prasetio, TN4
Sebagai tambahan Digital Photography katanya :
Itisimportant to attempt tokeep your vertical lines as much in line with the sides of your image as possible.This is not always possible if you’re shooting looking up an image as the subject will taper off towards the top – but attempt to keep it’s center as straight as possible and you should be ok.

4. Horizontal Lines

Akan meng-create kesan stability, kedamaian dan ketenangan. Seperti horizon di pantai, padang pasir, sleeping people misalnya (hheheheh), pegunungan.. akan bisa mendapatkan dan mengajak viewer merasakan mood ini.
Horizontal Lines (seperti yg kita sudha pelajari sebelumnya) TIDAK HARUS berada di tengah frame. Buat kesan dinamis dalam frame dengan menempatkan horizon di 1/3 ke atas jika ingin menonjolkan Foreground, atau 1/3 bawah jika ingin menonjolkan langit dan awan.
2491022139_0807a8788e_o.jpg 2491840504_644d7a7099_o.jpg
by Prio Adhi Setiawan, TN4
Dan dari kedua contoh di atas, kita sbg viewer dan penikmat foto akan terasa perbedaan mood yg tercipta saat kita menikmati foto tsb. Hanya dibedakan pemilihan letak horizon dan pada pemilihan mau menonjolkan apa, akan menimbulkan impact yg berbeda.

5. (S)-Curve Lines

akan membawa mata penikmat foto utk “berjalan-jalan” hingga diujung sana akan STOP pada main objek (POI). Berbeda dengan leading edge yg bersifat direct mengajak kita sbg viewer menuju main utama, curve mengajak mata kita sedikit2 menapak berliku2 hingga kita sampai pada objek yg ingin disampaikan.
Contoh itu tersampaikan sangat baik oleh contoh di bawah ini misalnya :
24109_103174416385315_100000782728844_51437_8342100_n.jpg
by Hubertus Sondi, TN4
sylt-path.jpg?et=qSSm%2Bb3HmOT4TqiF2dsKSQ&nmid=108305304
by Prio Adhi Setiawan, TN4
Dengan mengikuti kelok2 jalan mata kita akan tertuju ke main objek di foto tsb yaitu mercusuar, dan ke ujung yg tak terhingga di photo sebelah kirinya.
Pembahasan lengkap bagaimana Curve ini bisa meng-enhanced photo kita, akan bisa dibahas lebih detail di Composition Lesson seri berikutnya :)

6. Lines that can imply Depth, Scale and Distance of the photos

satu kata yg bisa menjelaskan line yg satu ini adalah PERSPECTIVE. Dengan memanfaatkan lines sbg perspective, kita akan bisa menunjukan kedalaman dari sebuah foto. Seolah2, viewer diajak masuk ke dalam terowongan yg dalam… yg tentu akan menciptakan mood yg unik tersendiri yg akan dirasakan sang penikmat foto.
Banyak foto2 dalam IPC WC #8 ini discover dan menemukan dan menciptakan mood ini dalam foto2nya. (yihaaa.. misi pembawaan tema IPC WC, berhasil :) hehheehe)
Seperti contoh2 foto di bawah ini :
24109_103168569719233_100000782728844_51406_7360716_n.jpg
by Gamma Riantori, TN8
24109_103167566386000_100000782728844_51397_7355964_n.jpg
by Endar T Prakoso, TN6
24109_103168583052565_100000782728844_51410_2605820_n.jpg
by Eriza Hafid, TN8

7. Lines that can imply Motion

Slow speed, motion, lightrail akan membuat mood tertentu jika viewer menikmati sebuah foto yg memanfaatkan lines sbg motion. Perasaan slowly, atau bisa juga dinamis dengan warna warni lampu mobil bisa didapat oleh viewer.
Banyak juga peserta IPC WC #8 yg discover mengenai hal ini, dan tepat membawa mood para penikmat foto2nya. Seperti :
24109_103173073052116_100000782728844_51429_726624_n.jpg
by Hanudiyan, TN4
24109_103174423051981_100000782728844_51439_5021038_n.jpg
by Untung Sihombing, TN9
Kira2 utk Lesson ttg Lines sampai di sini dulu.
Bukan suatu rule yg harus dipatuhi tapi suatu sharing dan guidance yg bisa membantu kita meng-enhance-kan photo kita menjadi lebih baik lagi, serta attractive.
Sebuah Foto yg bagus tidak melulu sebuah foto yg mengikuti kaidah2/rules dalam fotografi, tapi sebuah foto yg bagus adalah foto yg bisa membetot perhatian sang penikmat foto utk berlama2 menikmati fotonya.
Dengan demikian semoga kita bisa menggunakan guidance2 dalam konsep komposisi khususnya Lines ini dengan baik, …
Kombinasi dari berbagai macam lines utk menciptkan mood tertentu sangat mungkin kita kombinasikan. Seperti photo di atas, menggabungkan garis diagonal dari kiri ke kanan dengan garis2 motion.. sehingga menciptakan mood yg dinamis.
Begitu juga photo di bawah misalnya :
24109_103171556385601_100000782728844_51419_4760998_n.jpg
by Prio Adhi Setiawan, TN4
Yang mengkombinasikan, element2 komposisi seperti lines in motion dari pergerakan kereta di sebelah kiri frame, element lines utk menciptakan kedalaman (depth) melalui perpektif yg dikombinasikan juga dengan warna2 yg attract perhatian viewer.
Sebagai penutup, semoga Tutorial dan Guidance ini bermanfaat dan bisa menginspirasi kita dan menyemangati kita utk berkarya lebih baik lagi.
PS : terimakasih dan apresiasi setinggi2nya buat teman2 yg mengijinkan utk memakai foto hasil karyanya utk bisa membantu selesainya artikel ini dibuat.

salam,
Prio Adhi Setiawan
www.priotography.com



Share

About aRfian

seorang photography enthusiast, masih newbie tapi. selain di genre2 umum (portrait, landscape) berminat juga di genre macro, iR, HDR bekerja sebagai web developer di perusahaan content provider di daerah mampang, jakarta selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Post Navigation