[Sharing] penggunaan lensa manual pada DSLR

Sesuai dengan janji saya untuk sharing hasil menggunakan lensa manual (mount 42) di EOS dengan adapter 42 to EOS ( pada case ini khususnya di EOS 1000D ), berikut laporan selayang pandangnya (belum sempat explore sampai detail banget).

Pertama kenal istilah lensa manual dengan label “solusi murah lensa berkualitas” langsung pengen banget nyoba dan punya tentunya :D
Tapi apa daya tidak punya komunitas sekitar yang bisa dipinjamin lensa dan adapter jadinya sekedar nyoba di imajinasi aja. Gara-gara lensa manual dan adapter ini juga akhirnya saya berkenalan lebih dekat dengan ebay dan paypal :D
Untuk adapter, pilihan jatuh ke AF Confirm chip Adapter: http://cgi.ebay.com/AF-Confirm-chip-Adapter-M42-to-Canon-EOS-30D-5D-400D_W0QQitemZ350237547777QQcmdZViewItemQQptZLens_Accessories?hash=item518bc8dd01 seharga USD 35 (free shipping), sampai sekitar sekitar 8 hari kerja dari waktu pembayaran, recommended seller deh pokoknya :-)
Sempat pengen beli di Mas Arifin FN tapi harga yang pakai AF confirm china kok ya 400rb-an juga jadi mending yang di ebay (sekalian nyoba)

Harinya pun tiba saat pesanan lensa pertama datang.. soligor 135mm, f/2.8 dengan kondisi yang mulus like new + case (terlampir GDP 18+ 12 Shipping) :D senang banget dan ga sabar nyoba. Tetapi ternyata ga segampang yang dibayangkan, kok ya susah fokusnya, kok ya blurred mulu hasilnya.. sampai akhirnya berulang-ulang kalibrasi adapternya. Namun seiring waktu akhirnya bisa dapet feeling-nya, ini hasil gambarnya (http://www.flickr.com/photos/untung09/4417093046/in/photostream/ dan http://www.flickr.com/photos/untung09/4417092454/in/photostream/ )

Kalibrasi adapter (dengan soligor ini) hanya dapat detect af confirm pada bukaan f/8, f/11 keatas sudah ga beefing lagi af-nya, pun pada penggunaannya (tapi pada kasus lain bisa sampai f/16), sehingga kalau mau moto landscape yang memerlukan detail tinggi (f/11 – f/22) harus pakai mode focus AI Servo dengan catatan focus-nya dicari dulu di bukaan besar, kecuali kalau mau benar-benar manual nyari focusnya (berdasarkan feeling) tapi kan memang lebih untuk portrait nihh lensa jadi ga perlulah bukaan sekecil itu, dibukaan f/4 sudah cukup detail dan utk landscape (kalo hanya ini lensa yg tersedia :D ) cukup di f/8 sudah detail kok

beberapa hari kemudian datang supertak 50mm f/1.4 (USD 55 + 10 Shipping, mahal sih tapi terlanjur jatuh cinta saat lihat hasil-hasil review nya di flickr), tidak seperti soligor, kondisinya bener-bener keliatan ‘tua’ dan batangan (terlampir) tapi kondisi optik kinclong. Sudah senang-senang dengan Soligor, ternyata Supertak tidak seperti yang diharapkan karena ternyata af confirm di adapter meleset cukup jauh sehingga gambar blurred mulu, sudah coba2 kalibarasi adapternya dengan Supertak ini tp hasilnya nihil.. namun mengingat slogan dari para suhu yang selalu mengingatkan untuk selalu mencari solusi dan jangan menjadi hamba gear :D , akhirnya diakali dengan bener-bener manual menggunakan mode focus AI Servo (supaya tdk tergantung dari af confirm) dan ternyata hasilnya cukup okay ( http://www.flickr.com/photos/untung09/4417091838/in/photostream/ danhttp://www.flickr.com/photos/untung09/4417093738/ dan http://www.flickr.com/photos/untung09/4416328227/in/photostream/?rotated=1&cb=1268055196694 ) walau hanya mengandalkan kemampuan mata utk melihat sudah focus atau belum :D mungkin karena sudah mencoba ratusan kali dengan soligor dan supertak ini akhirnya mata terlatih juga untuk melihat focus walo kadang msh missed dan sedikit butuh waktu lebih untuk putar2 ring focus :p

Bisa dijadikan catatan juga saat mengubah aperture di lensa, ternyata camera butuh waktu (beberapa second) untuk meyesuaikan diri dulu beberapa saat untuk benar-benar berfikir bahwa aperture yang baru segitu sehingga kalkulasi untuk exposure-nya bisa benar, karena kalau langsung ambil gambar saat ganti aperture ternyata hasilnya kadang under/over dan missed focus (atau karena 1000D saya aja yang lemot yahh.. no blaming please.. :D )

Sampai saat ini sudah nyoba di mode P, Av dan M dengan hasil yang memuaskan.. sudah nyoba dengan flash internal juga walau hasilnya sejauh ini lebih ke prime flash bukan fill in flash.. (mode P)
Trus satu lagi, di data EXIF selalu tertulis f/1.4 dan FL 55mm baik saat menggunakan Supertak maupun Soligor jadi cukup sulit untuk tau foto tersebut pada bukaan berapa diambil dan dengan lensa apa (FL berapa), tapi data yang lainnya sesuai dengan setting camera saat itu.

Trus ada satu hal yang sampai saat ini masih mengganjal :D walau sudah berusaha cari sana-sini, yaitu mode M dan A pada lensa.. kalau lensa manual ya kok ada A gitulohh :p masih belum dapet alasannya dan kegunaannya karena waktu nyoba dan digonta-ganti ya kok sama aja sepertinya :D
Mohon kemurahan hati dari para suhu dan rekan IPC-ers yang tahu jawabannya :D

Sekian dulu sharing-nya, mohon maap jika lebih kearah cerita, ga dengan data teknis dan istilah-istilah keren photography lainnya.. belum nyampe ke sono :D

*Hasil-hasil jepretan pakai Soligor dan Supertak pada manusia belum dapat ijin untuk di kasi link2 nya, cukup untuk koleksi pribadi saja :D

Terima kasih

Cheers,
Untung09
*menunggu pesanan terakhir Soligor 35mm f/2.8 yang belum kunjung sampai.. (sudah termasuk LBA kah saya :D )

Share

About aRfian

seorang photography enthusiast, masih newbie tapi. selain di genre2 umum (portrait, landscape) berminat juga di genre macro, iR, HDR bekerja sebagai web developer di perusahaan content provider di daerah mampang, jakarta selatan

One Thought on “[Sharing] penggunaan lensa manual pada DSLR

  1. Indra on March 17, 2010 at 6:33 am said:

    bgs mas hsl gambarnya yg ada di flikr..
    mantab abizz gan saya jg pengguna 1000D.
    CANON maju terus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Post Navigation