IPC WC 67 : SNAPSHOT


by Derek Jensen

source: http://en.wikipedia.org/wiki/Snapshot_(photography)
A snapshot is popularly defined as a photograph that is “shot” spontaneously and quickly, most often without artistic or journalistic intent. Snapshots are commonly considered to be technically “imperfect” or amateurish–out of focus or poorly framed or composed. Common snapshot subjects include the events of everyday life, such as birthday parties and other celebrations; sunsets; children playing; group photos; pets; tourist attractions and the like.

tema diusulkan oleh KEPSUK dengan catatan:
Batasan –> ga boleh nambahin/ngurangin elemen (kecuali cropping).
Pengantar –> jepretan yg spontan tanpa sempet cek/ricek settingan, yang
mengutamakan momen.. (monggo ditambahin bla-blanya)
Contoh foto –> cari2 yg tipikal kodak moment: orang kepeleset/kecebur,
anak kecil digendong dan nyopot kacamata si penggendong, dlsb.

Kata kuncinya : Moment + (spontaneously and quickly)

Segera kumpulkan karyamu di sini. Paling lambat 8 Mei 2011 pukul 23:59:59 WIB.

Jangan lupa untuk vote IPC WC 66 di sini.

SELAMAT BERKARYA !

Share

IPC WC 66: JURNALISTIK


by Quinn Rooney (bop.nppa.org)

by Dorothy Lange

source: http://en.wikipedia.org/wiki/Photojournalism
Photojournalism is a particular form of journalism (the collecting, editing, and presenting of news material for publication or broadcast) that creates images in order to tell a news story. It is now usually understood to refer only to still images, but in some cases the term also refers to video used in broadcast journalism.

Photojournalism is distinguished from other close branches of photography (such as documentary photography, social documentary photography, street photography or celebrity photography) by the qualities of:

Timeliness — the images have meaning in the context of a recently published record of events.
Objectivity — the situation implied by the images is a fair and accurate representation of the events they depict in both content and tone.
Narrative — the images combine with other news elements to make facts relatable to the viewer or reader on a cultural level.

Like a writer, a photojournalist is a reporter but he or she must often make decisions instantly and carry photographic equipment, often while exposed to significant obstacles (physical danger, weather, crowds).

Segera kumpulkan karyamu di sini. Paling lambat 24 April 2011 pukul 23:59:59 WIB.

Jangan lupa untuk vote IPC WC 65 di sini.

SELAMAT BERKARYA !

Share

Picture Control Nikon

Karena satu dan lain hal, dan salah satunya makin bertambahnya pemakai Nikon D90 serta atas email japri beberapa kali. Saya ingin share beberapa yg saya ketahui ttg picture control, setting, serta bagaimana kita tune up nya.

Jika term of Picture Control ada di Nikon, bukan berarti feature tsb tidak ada di Canon, walau saya tidak memahami nya dengan dalam, tapi ada di Canon’s User Defined atau skrg dikenal juga sbg Picture Styles. Di Pentax dikenal sbg Picture Mode.
Mungkin utk bisa mempersempit bahasan, saya konsentrasi pembahasan di sini utk Picture Control di Nikon.
_DSC0751.jpg
Nikon D300 + 17-55 f2.8, strobist kiri 1/32 dan kanan 1/64 + piccon Superia.
Tanpa post processing, hanya resizing max 640 pixel

Apa sih Picture Control/Picture Style itu?

Picture Control itu tidak lain dan tidak bukan “hanya”lah setting utk saturasi, sharpness, WB, hingga curve yg bisa kita atur2 kemudian dijadikan semacam “template” yg ditanamkan dalam kamera kita. Adjusting parameter tsb bisa kita lakukan in atau out of camera.

Share

IPC WC 65: Details

Tema diajukan oleh Ratna Widiarti TN 11 (atas usulan inspirasi dari Prio A.S. TN4)

Burn out by Reinhard (1x.com)

Introspection by Purbaya (1x.com)

Photo tentang bagian dari sebagian yg lain sehingga bisa menggambarkan ilustrasi dari bahagian besar. Contoh : photo tentang mobil balap maka diwakili oleh ban (seperti contoh di atas), photo tentang badut namun hanya difokuskan kepada separuh wajah (seperti photo di atas), photoseries ttg kapal/perahu maka instead of motret kapalnya kita potret ttg ban pelampung, tali tambatan perahu, dll. Intinya adalah sesuatu  yg lebih kecil yg bisa menggambarkan/mewakili sesuatu dari bahagian sesuatu yg lebih besar.

Points:

  • Kejelian mata untuk menagkap/melihat sesuatu yang detail dan unik
  • Sense of art
  • Komposisi memegang peranan penting

Ayo segera kumpukan mahakaryamu di sini. Paling lambat 17 April 2011 pukul 23:59:59 WIB.

Jangan lupa untuk vote IPC WC 64 di sini.

SELAMAT BERKARYA !

Share

The Best Camera is …

How to get precious moments with any camera you have

by Prio Adhi Setiawan

The best camera is the one that’s with you” (Chase Jarvis)

There is no rules in photography, there is only a good photograph” (Ansel Adams)

"Geschlossen=Closed" taken with iphone, 2011

Pernahkah kita berada dalam suatu kondisi dimana kita merasa bahwa motret itu HARUS dengan lensa tertentu dan HARUS dengan kamera merek tertentu?

Pernah kita merasa photo kita akan meningkat tajam dan bagus serta layak tampil jika hanya dipotret dengan kamera dan kombinasi lensa tertentu?

Atau pernahkah kita begitu tak berdaya nya, begitu merasa orang paling tidak beruntung, ketika meliat suatu pemandangan yg begitu indah, moment yg cantik tapi kita sama sekali tidak memiliki apa-apa utk mengabadikan nya?

Atau pernah kita merasa begitu malas dan hilang motivasi kegiatan photography kita (yg biasanya begitu membara) karena bosan dengan gear yg dimiliki?

Suatu pertanyaan yg kontradiksi sebagai awal pembelajaran kita kali ini. Bahwa ternyata semahal, selengkap apapun koleksi lensa, dan kamera kita, jika momentum tersebut hadir di depan mata kita, ketika suatu view terindah yg pernah kita liat ada di depan kita, dan saat itu kita tidak membawa kamera canggih puluhan megapixel, lensa super mahal dengan bukaan super besar sekalipun… itu semua adalah suatu yg sia-sia belaka. Dan moment itu hanya terekam di memory kita, dan mata yg diberikan Nya lah yg bisa menangkapnya.

"Blue Kassienspitze" taken with Fuji Finepix M603, 2003

Maka tak heran si Chase Jarvis mengeluarkan statement yg sempat heboh kala itu, yaitu “the best camera is the one that’s with you” , kamera terbaik adalah kamera yg bersama mu saat itu, kala itu … di tangan mu !! Karena moment itu tak akan bisa dikreasikan dan datang 2 kali. Walau statemet Jarvis keluar dalam kaitannya dengna buku hasil karyanya ttg mobile photography dan dikaitkan dengna mereka handphone tertentu, tapi fenomena tersebut bisa kita jadikan sebuah pelajaran bahwa… tak perlu kita terlalu membanggakan gear yg kita punya. Atau merasa tanpa gear2 tersebut kita seperti pujangga tanpa pena. Karena sejatinya, pena utk photographer adalah kamera dan kamera tidak menjadi satu2nya “penentu” mutu dan kualitas sebuah karya photo itu baik atau tidak.

Salah satu ujar2 Arbain Rambey yg sempat saya ingat adalah : “penentu mutu dan kualitas photo ada 4: lensa, mutu sensor, post processing dan skill”. Jadi jika kita hanya membanggakan lensa tertentu, itu hanya seperempat dari yg menentukan mutu dan kualitas photo :)  Entah itu hanya sebuah kamera poket, kamera DSLR dengan lensa kit, kamera dari handphone, dari BB dari iphone atau hanya sebuah SLR tua, atau mungkin hanya disposal kamera yg sekali pake buang yg banyak, itu semua pena yg kita bisa manfaatkan utk mengabadikan momen terindah yg tak akan pernah bisa kita jumpai lagi.

"up" taken with Nikon FE2+50mm 1.4 with AGFA APX 100

Photography has no boundary

Tak ada batasan dari photography. Seperti halnya musik, bahasa visual adalah salah satu bahasa yg universal. Dengannya bisa banyak pesan tersampaikan, bahkan sebuah bahasa gambar pun bisa multi-intepertation…Sementara, momentum adalah sesuatu yg tak terduga yg terjadi bisa kapan saja… variantnya adalah waktu.

Lalu bagaimana kita bisa “on the right time and on the right place” sehingga kita bisa mendapatkan precious moment?

- get close with ur camera (whatever it is) and when you have it in hands, use it optimally

"up" taken with Nikon FE2+50mm 1.4 with AGFA APX 100

Kadang kita tentu tak bisa selalu memegang kamera kemana-mana, terlepas dari dimensi dan fungsinya, kadang di occasional tertentu kita terbatasi oleh kondisi dan lokasi. Tapi teknologi juga sudah berkembang sedemikian pesatnya sehingga sebuah alat utk merekam sebuah gambar menjadi sangat mudah kita temukan dan berharga tak lagi semahal era dahulu. Kamera poket 5 mpixel “hampir” sebesar setipis dan sebesar kartu kredit sangat mudah kita temui dimana-mana. Atau bahkan dengan kamera di handphone kita yg selalu tak pernah lepas dari saku kita, bisa kita manfaatkan utk berkarya.

Tahukah Anda, pemenang juara ke 3 dalam “Picture of the Year” adalah sebuah photo oleh Damon Winter berjudul “The Grunt’s Life” yg diambil dari sebuah kamera iphone ?

Seorang photojurnalis dari koran New York Times, yg meliput kegiatan tentara amerika dalam sebuah operasi militer melawan Taliban. Walau kemudian photo tersebut mengalami diskusi yg cukup panjang dalam kaitan peraturan lomba, tapi photo tersebut cukup membawa sebuah mindset baru, sebuah perspektif baru dalam dunia photography. Seolah membenarkan statement dari Chase Jarvis.

Hikmah dari coret-coretan ini di atas adalah  berujung pada sebuah pertanyaan: bagaimana membuat kamera kita menjadi the best?

yaitu dengan ..

  • Optimalkan gear yg sudah dimiliki, seringlah dipakai utk memotret, asah skill dan jangan pernah cepat puas pada satu stream.
  • Galilah kreatifitas, dan latihlah sense meliat unseen moment dan ubah menjadi sebuah moment yg percious dan berharga.
  • Karena sejatinya adalah : photography tak mengenal batas !

"Geschlossen=Closed" taken with iphone, 2011

Selamat jepret !

Posted by Ratna Widiarti

Share

IPC WC 64: Iklan

tema diajukan oleh piket IPC WC 64

(photo removed)

Tema kali ini adalah iklan. Gunakan kreatifitas dan ide-ide unik untuk membuat foto iklan. Iklan bisa berupa iklan produk, iklan layanan masyarakat atau iklan lainnya.

Catatan:

  • Tidak harus menampilkan produknya selama pesan tersampaikan
  • Foto dibuat agar bisa menarik perhatian
  • Fotonya sudah siap dipublikasikan sebagai iklan bukan sekedar foto barangnya saja
  • apabila ada pesan yang ingin disampaikan dipersilakan menambah element tulisan
  • olah digital dipersilakan
  • dilarang melecehkan merk tertentu

Silakan kumpulkan foto untuk IPCWC 64 di http://ipc.ikastara.org/ipcwc/submit.php paling lambat 10 April 2011 pukul 23:59:59 WIB.

Jangan lupa vote IPCWC 63 di http://ipc.ikastara.org/ipcwc/polling.php?weekid=644

Share

IPC WC 63: Self Portrait 2

Tema diajukan oleh Nur Subekhi & Prio Adhi Setiawan (TN4)

Nur Subekhi

Priotography

Dulu pernah ada tapi ada yang hanya matanya doang, kalo bisa bagian muka keliatan jelas semua. Minimal jadi tau bagaimana muka anggota IPC.

Points:

  • Kreativitas
  • Teknis
  • Teknis flash (strobist) setelah disksui cukup seru di thread sebelah dari Ube ttg bagaimana sebuah photo di 1x.com dgn  pembahasan teknis lightingnya (painting with the light) dll. Sehingga mengencourage warga ipc membuat hal yg sama

Ayo siapkan peralatanmu dan submit karyamu ! Ditunggu ya sebelum 27 Maret 2011 pukul 23:59:59 pm.

Submit karya maestro wajahmu di sini http://ipc.ikastara.org/ipcwc/submit.php

Dan, jangan lupa untuk terus berpartisipasi memilih pemenang IPC 62 di sini http://ipc.ikastara.org/ipcwc/polling.php

SELAMAT BERKARYA !

Share

[undangan] Workshop Stock Photography

waktu: Minggu, 27 Maret 2011, mulai pukul 09:00
lokasi: rumah bang Danil Morad,
taman sari persada raya, jati bening (dari cawang lanjut naik tol ke arah bekasi, keluar di pintu tol jati bening)
pembicara: Leo Lintang
model: TBA (kemungkinan Abel, Icha, Dea)

Share

IPC WC 62 : PATTERN III

Tema diajukan oleh Nur Subekhi (TN4)

taken from http://www.iskin.com/nanovibes/features_pattern.html

taken from http://www.digital-photography-school.com/5-elements-of-composition-in-photography

taken from http://www.noupe.com/graphics/brilliant-pattern-designs.html

Pattern adalah suatu pola yang berulang dari object atau benda atau “kejadian” yang unik. (http://en.wikipedia.org/wiki/Pattern)

Panggul gearmu, pencet shuttermu dan mainkan imajinasi untuk menangkap pattern unit di sekitar kita.

deadline: 20 maret 2011 23:59:59

submit di http://ipc.ikastara.org/ipcwc/submit.php

jangan lupa vote buat IPC WC 61 : Basah kemarin di http://ipc.ikastara.org/ipcwc/polling.php

Share

IPC WC 61: BASAH

Tema diajukan oleh B. Banu Aji (TN-12)


image taken from 1x.com, Photo by rui palha

basah basah basah seluruh tubuh… ah ah ah menyentuh kalbu…

terserah submit foto apa, yang penting basahhhhhhhhhh

deadline: 13 maret 2011 23:59:59

submit di http://ipc.ikastara.org/ipcwc/submit.php

jangan lupa vote buat IPC WC kemarin di http://ipc.ikastara.org/ipcwc/polling.php

Share